Jumat, 13 Mei 2016

Liburan Impian Eksotis, Pulau Bawean Jawabanya!



Kalau ditanya liburan, dari dulu saya nggak muluk-muluk kok pengen ke luar negeri. Saya mah pengen menjelajah Indonesia tercinta dulu. Salah satu tujuan impian saya adalah Pulau Bawean. Pulau Bawean mungkin belum terlalu familiar disebagian taveler tapi jangan salah, pulau ini menyimpan tujuan wisata yang eksotis loh. Kalau saya sudah sangat familiar dengan nama Pulau Bawean meski saya belum pernah ke sana. Karena, Kakek Nenek saya dari Ayah, adalah asli orang Bawean dan kebanyakan keluarga besar Ayah berasal dari Bawean.

Buat yang belum tahu, Pulau Bawean terletak sebelah utara Pulau Jawa. Pulau ini masuk wilayah Kabupaten Gresik dan jaraknya sekitar 120km dari Pusat Kota Gresik. Untuk bisa sampai ke pulau ini, dari Surabaya membutuhkan waktu 1 jam ke Pelabuhan, kemudian dilanjutkan dengan menaiki angkutan laut yang bisa ditempuh 3 jam dengan kapal cepat dan 8 jam untuk kapal biasa.

Pulau ini juga biasa disebut Pulau Putri karena mayoritas penduduknya adalah perempuan. Sebagian besar lelakinya merantau ke luar pulau demi kehidupan yang lebih baik. Penduduk asli Pulau Bawean terkenal sangat ramah. Ada kebiasaan unik di sana. Apabila berkunjung ke penduduk lokal, mereka biasanya menyuruh kita mandi atau bersih-bersih badan dan makan. Iya, kita pasti selalu ditawarin makan oleh tuan rumah. Bayangin dong kalau berkunjung ke 5 rumah saja pasti kenyang banget. Bahasa lokal Pulau Bawean mirip dengan Bahasa Madura tetapi bahasa daerah pulau ini bisa dibilang sedikit lebih halus dari Bahasa Madura, Oh iya ada fakta menarik tentang pulau ini lho. Pulau Bawean memiliki spesies endemik Rusa Bawean yang merupakan jenis rusa langka. Untuk melindungi rusa ini, dibuatlah penangkaran.

Sebagian besar tujuan wisata di Pulau ini adalah pantai dan pulau-pulau kecil yang mengelilingi Pulau Bawean. Ya, saya memang suka sekali pantai apalagi pantai yang benar-benar belum terekspos dan masih terjaga. Beberapa destinasi wisata Pulau Bawean adalah : Pulau Gili, Pulau Noko, Pulau Noko Selayar, Tanjung Gaang, Panta Ria, Pantai Mayangkara, Pantai Kuburan Panjang, Danau Kastoba, Air Terjun Laccar, dan  Penangkaran Rusa Bawean.

pict diambil dari http://www.telusurindonesia.com/tempat-wisata-pulau-bawean-gresik-jawa-timur.html#

pict diambil dari http://www.telusurindonesia.com/tempat-wisata-pulau-bawean-gresik-jawa-timur.html#
Nah seperti yang sudah saya ceritakan tadi, saya memang sangat menyukai pantai. Saya suka dengan wisata alam. Saya juga sangat suka dengan bau alam. Makanya nih, untuk pemilihan parfum, saya lebih suka yang aromanya khas alam gitu. Macam woody, floral, fruity. Ah, neko-neko aja yaa, saya pikir apa ada parfum yang aromanya kayak gitu coba. Tapi nyatanya ada loh. Saya juga nggak sengaja nemuin. Waktu itu saya ketemu temen saya, nggak sengajaa nyium aroma parfumnya dan saat itu saya membatin 'Ah ini parfum gue banget!'. Ternyata parfumnya Vitalis Sheer. Langusng deh beli dan jadi parfum andalan saya.



Blogpost ini diikut sertakan ke dalam blogcompetition yang diadakan oleh Vitalis!

Rabu, 11 Mei 2016

Perjalanan Menemukan Arti #BahagiaDiRumah


Dalam rangka NOVAVERSARY yang ke 28, tabloid Nova mengadakan blogcontest yang bertema #BahagiaDiRumah. Jujur, saat sekilas membaca tema yang diangkat, saya langsung merasa flashback saat saya masih kecil dulu. Ada rasa sedih dan haru. Ada cerita terkait perjalanan saya menemukan arti #BahagiaDirumah yang ingin saya bagi.

Saya adalah sulung dari 4 bersaudara dengan jarak masing-masing anak cukup dekat. Dari kecil, saya sudah terbiasa mengurus adik-adik karena Ayah dan Ibu saya bekerja. Pekerjaan Ayah adalah karyawan swasta, sedangkan Ibu saya seorang guru dipelosok yang membutuhkan waktu 2 jam untuk ditempuh dari kota tempat tinggal kami. Praktis, Ibu saya berangkat dari rumah jam 5 pagi ketika saya dan adik-adik masih tertidur. Sedangkan Ayah berangkat kerja saat kami, anak-anaknya juga berangkat sekolah. Sering ketika kami terbangun, Ayah dan Ibu sudah berangkat semua. Saya dan adik-adik hanya bisa menangis. Memang Ibu menitipkan kami ke Budhe yang dekat dengan rumah, tapi beliau juga punya anak yang harus diurus jadi terkadang kami pun kurang diperhatikan. Alhasil, saya sebagai yang tertua membimbing adik-adik agar segera mandi dan berangkat sekolah.

Sepulang sekolah, setelah makan, kami pasti main ke tetangga hingga kami lupa waktu. Baru pulang ketika Ayah atau Ibu juga pulang. Kami merasa kurang #BahagiaDiRumah. Saat itu kami, apalagi saya, tidak peduli bahwa ada kebahagiaan di rumah. Bahwa lebih #BahagiaDiRumah. Suatu hari, saya baru menyadari bahwa saya merasa #BahagiaDiRumah saat saya dan adik-adik pulang sekolah. Seperti biasa, kami berjalan malas-malasan karena kami berpikir orang tua kami belum pulang. Sampai di dekat rumah, kami melihat pintu rumah sudah terbuka dan bau masakan membuat senyum kami melebar. Kami pun berlari, berlomba untuk segera sampai rumah meski jarak sudah dekat. Sampai rumah, kami dapati Ibu yang sedang memasak, hari itu pula kami sama sekali tidak mau main. Kami merasa sangat #BahagiaDiRumah. Sejak saat itu saya menganggap bahwa #BahagiaDiRumah adalah ketika Ibu kami pulang lebih awal dan sudah memasak untuk kami. Iya sesederhana itu. Ah, saya jadi melow kalau mengingat cerita itu :')

Saat saya sudah lulus kuliah, saya bekerja merantau ke kota seberang. Awalnya saya berpikir saya pasti betah. Nyatanya saya salah. Saya selalu ingat rumah dan selalu ingin pulang. Meski kegiatan saat di rumah itu-itu saja, begitu-begitu saja nyatanya memang saya selalu merindukan rumah. Pengertian saya tentang #BahagiaDiRumah pun bertambah. Rumah adalah tempat kembali, tempat berlabuh, tempat berkeluh kesah, tempat sedih, tempat bahagia, tempat air mata dan tawa. #BahagiaDiRumah adalah saat di mana kami sekeluarga bisa berkumpul. Saling merangkul. Saling bersandar.

Keluarga adalah Tempat Pulang
Setelah saya menikah, arti #BahagiaDiRumah bagi saya berbeda lagi, Apalagi saya seorang istri dan seorang Ibu yang dituntut harus selalu menjadikan rumah itu nyaman agar suami dan anak saya betah dan #BahagiaDiRumah. Hal pertama yang saya lakukan adalah saya resign dari tempat kerja saya. Keinginan saya sederhana. Saya ingin ketika suami saya pulang kerja, beliau mendapati istrinya sedang sibuk di dapur, mencoba resep baru. Atau ketika anak saya pulang sekolah, ia bisa segera berlari ke pelukan Ibunya dan mengadu tentang temannya yang jahil. Iya, sesederhana itu.

Hal lain yang saya lakukan agar suami #BahagiaDiRumah adalah menunggunya pulang dan bercengkerama bersama. Tak jarang, saya menemaninya movie marathon dari film yang disewanya karena memang suami saya hobi menonton film. Atau terkadang kami hanya minum teh dan mengobrol tentang banyak hal. Iya, sekali lagi sesederhana itu.

Nanti, saat anak saya sudah besar, saya juga ingin berusaha membuatnya #BahagiaDiRumah. Maka dari itu, dari sekarang saya menanamkan ke suami untuk tidak terlalu banyak mengambil job agar ada waktu yang bisa dihabiskan di rumah bersama keluarga. Saya ingin anak saya mempunyai quality time dengan orang tuanya. Saya juga ingin, suami saya bisa ikut mengikuti perkembangan anaknya. Bukankah masa kecil seorang anak ini hanya sebentar? Maka dari itu saya tidak ingin suami saya menyesal dikemudian hari saat anak saya memulai hidupnya sendiri dan tidak ada kenangan indah yang membekas di antara mereka.


Keluarga Kecil yang Selalu #BahagiaDiRumah
Sedangkan saya? Apa yang membuat saya #BahagiaDiRumah?

Jawabannya masih sederhana kok. Melihat keluarga kecil saya bahagia, saya akan selalu #BahagiaDiRumah :)

Senin, 09 Mei 2016

Pembayaran Tagihan Online Aman? Paybill.id Saja!


Di jaman yang serba modern ini, semua dituntut untuk serba cepat dan instant. Apalagi orang-orang yang sibuk dengan pekerjaannya. Bahkan untuk sekedar belanja saja tidak mempunyai waktu. Weekend pun dimanfaatkan untuk kumpul dengan keluarga. Semakin berkembangnya jaman dan teknologi, banyak bermunculan onlineshop. Urusan belanja jadi lebih mudah. Tinggal lihat ke toko onlinenya, pilih yang dibutuhkan, klik, transfer, selesai. Tunggu barang datang. Banyak yang terbantu dengan adanya onlineshop ini. Tak hanya barang saja, onlineshop juga ada yang menjual makanan. Kalau untuk satu kota pun bisa saat itu diantarkan. Asal punya smartphone semua jadi serba mudah dan praktis. Saya sendiri pun juga seorang yang sangat terbantu dengan hadirnya onlineshop. Apalagi saya seorang ibu yang mempunyai anak kecil. Mau ke luar agak susah. Mau membawa serta anak pun ribet. Jadilah saya sering mengandalkan smartphone untuk belanja beberapa kebutuhan.

Padahal dulu, saya sempat trauma dan kapok berbelanja di onlineshop. Saya pernah tertipu sekian ratus rupiah. Setelah saya transfer uangnya, barang tak kunjung datang, sosial meda saya juga di blokir oleh penipu. Saya pun jadi lebih berhati-hati dalam memilih onlineshop yang akan saya beli. Meski rasa takut dan trauma masih ada, kenyataanya saya tidak bisa menghentikan kebiasaan saya berbelanja di onlineshop. Apalagi dulu setelah lahiran. Karena kondisi saya yang belum memungkinkan untuk ke luar rumah, suami saya juga bekerja, ada saja barang-barang bayi yang kurang, saya pun jadi lebih sering berbelanja online karena memang mudah dan praktis. Tanpa ke luar rumah dan meninggalkan bayi saya. Saya juga bisa membandingkan barang di satu toko dengan toko yang lain.

Kebiasaan saya berbelanja onlineshop ini pun berimbas ke yang lain. Terkadang kalau saya tidak sempat memasak, saya memilih memesan makanan melalui online. Tinggal klik dan makanan di antar sampai rumah. Semua serba praktis dan mudah. Bahkan untuk kebutuhan jasa pun bisa online juga lho. Saya pun sempat berpikir, apa bisa ya urusan membayar tagihan listrik dan telepon melalui online juga? Karena memang suami saya tidak sempat kalau harus membayar tagihan listrik dan telpon ke PLN ataupun Telkom. Beliau sudah sangat sibuk dengan pekerjaanya sedangkan saya sudah dapat dipastikan tidak bisa ke luar rumah hanya untuk membayar tagihan listrik dan telpon. Biasanya sih saya titip ke tetangga yang akan membayar listrik atau telpon tetapi lama kelamaan ada perasaan tidak enak juga. Sampai akhirnya saya menemukan aplikasi Paybill.id.

Apa Itu Paybill.id?

Paybill.id adalah aplikasi online yang digunakan untuk pembayaran tagihan. Paybill.id dapat dilakukan melalui website maupun aplikasi mobile.

Amankah Paybill.id?

Pertanyaan ini juga terlontar pertama kali ketika saya akan mencobanya. Saya takut kalau aplikasi online ini menipu karena seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya pernah tertipu onlineshop. Jelas dan barang tentu jika menemui aplikasi online yang berhubungan dengan bayar-membayar, saya lebih berhati-hati. Kenyataanya, ketakutan saya tidak terbukti. Paybill.id sangat aman dan terpercaya.

Tagihan Apa Saja yang Bisa Dibayar Melalui Paybill.id? 
Na 
Nah ini yang membuat saya makin menyukai Paybill.id. Kenapa? Karena hanya dengan satu aplikasi, kita dapat dengan mudah dan praktis membayar semua tagihan. Apa saja yang bisa dibayakan melalui Paybill.id?
1. Tagihan Listrik
2. Tagihan Air dan Gas
3. Tagihan Asuransi
4. Tagihan Multifinance
5. Tagihan Telekomunikasi
6. Tagihan TV Kabel
Sudah? Itu saja? Terus bagaimana dong yang listriknya menggunakan listrik pulsa?
Tenang! Paybill.id pun melayani pembelian pulsa listrik juga lho. Bahkan pulsa HP, pulsa internet maupun pembelian poin game online pun bisa dibeli di Paybill.id. Gimana? Makin cinta kan sama aplikasi keren ini? Kalau saya banget! Meski cuma ibu rumah tangga gini saya nggak mau dong dibilang kudet atau kurang uptodate. Yap, makanya selain melalui TV, saya sering membaca berita online. Otomatis saya sangat membutuhkan pulsa internet. Tidak perlu lagi ke luar atau titip suami, saya bisa beli sendiri. Tinggal klik Paybill.id beres deh.
Mau tahu kerennya aplikasi ini lagi?
Saya mau cerita sedikit nih ya. Orang tua saya dan suami semuanya bekerja. Jadi beliau-beliau ini sering mengeluh tidak sempat membayar tagihan-tagihan. Apalagi, saya dan suami tinggal di kota yang berbeda dengan orang tua kami semua. Nah sejak kenal Paybill.id saya bisa membantu orang tua saya maupun mertua saya membayarkan tagihan-tagihan meski kami semua tinggal di kota yang berbeda. Yap, aplikasi ini bisa menyimpan tagihan-tagihan yang pernah kita bayar sebelumnya dan dapat dimasukkan ke kolom tagihan favorit. Gimana? Keren lagi kan?
Mau liburan panjang ke mana aja juga santai, tidak perlu lagi mikir bagaimana bayar tagihan. Cukup online dengan Paybill.id. Oke banget kan ya. Kalau ini sih saya setuju banget, mengingat saya sering sekali mudik ke rumah orang tua maupun mertua, terkadang bingung bagaimana membayar tagihan padahal saya belum pulang.

Bagaimana Penggunaan Paybill.id?

Mudah banget. Untuk penggunaan melalui smartphone, download dulu aplikasi Paybill.id di playstore maupun appstore.

Kemudian lakukan langkah-langkah berikut :
1. Lakukan registrasi. Masukkan email dan password. Untuk keamanan, buatlah password menggunakan minimal 8 karakter atau lebih, berisi huruf besar, huruf kecil dan angka.



2. Tunggu konfirmasi via email.
3. Anda akan mendapatkan email konfirmasi seperti ini.

4. Setelah melakukan verifikasi, Anda juga akan mendapatkan email bahwa akun Paybill.id Anda telah diaktifkan.


5. Buka lagi aplikasi Paybill.
6. Masukkan email dan password yang sudah didaftarkan tadi.

7. Anda akan mendapati tampilan seperti ini. Klik tagihan.

8. Pilih tagihan yang ingin Anda bayar.


9. Di sini saya memilih Telkom - Telkom PSTN - Masukkan nomor telpon Anda.

10. Jumlah tagihan Anda langsung dapat dilihat. Klik konfirmasi.


11. Klik ikon keranjang kemudian klik 'Lanjut ke Pembayaran'.


12. Pilih metode pembayaran. Saya memilih 'ATM Bersama'.


13. Tampilan detail pembayaran. Klik 'Proses'.

14. Pembayaran selesai. Mohon selesaikan pembayaran Anda melalui mesin ATM Bersama.



15. Klik 'Detail' untuk mengetahui jumlah yang harus dibayarkan.

16. Klik 'Petunjuk Pembayaran' untuk mengetahui cara pembayaran.

17. Anda akan mendapat konfirmasi invoice via email.

18. Lakukan pembayaran melalui mesin ATM. Transaksi selesai.


Gimana? Mudah dan praktis banget kan?
Jadi gimana? Mau tetap yang manual atau yang praktis gini? Semua kembali kepada masing-masing personal. Kalau untuk saya pribadi sih ya tetap pilih pakai aplikasi ini dong. Masih belum yakin? Lihat deh video berikut. Pasti jadi makin yakin.





Blogpost ini diikut sertakan di Paybill.id Blog Competition

Sabtu, 07 Mei 2016

Ada Doa Kami di Namamu, Ghaitsa!

Yuhuuu blogpost kali ini pengen nyeritain tentang arti pemberian nama si Getsa. Jadi dulu jaauuhhh sebelum nikah saya kan nonton talentshow Rising Star. Ada tuh pesertanya yang bernama Ghaitsa Putri Kenang. Nah saya sukak banget ama si doi ini. Uda cantik, suaranya bagus, mahir maen gitar pulak. Impian saya banget yang nggak pernah kesampaian. Terngiang-ngiang terus gitu sama namanya. Ghaitsa. Ghaitsa. Ghaitsa. Iseng nyari artinya ternyata artinya 'hujan yang banyak' bisa juga diartikan 'hujan deras'. Nah kebetulan banget saya itu sukak banget ama hujan tapi nggak suka kehujanan. Ahaha. Terus itu nama udah deh tenggelem gitu aja. Dan saya melanjutkan hidup. *halah*
 
Ghaitsa Kenang dengan gitarnya. Keren!

Suatu hari liat tayangan di infotainment. Anak Aa Gym yang bernama Ghaitsa Zahira Shofa mau nikah. Jadi doi ini seorang hafidzah yang hafal Al Qur'an di luar kepala 30 juz. Nah dari situ terngiang lagi deh nama Ghaitsa. Pas liat orangnya ternyata cantik, anggun. Hafal Al Qur'an pulak. Ciamik banget. Terus saya melanjutkan hidup saya lagi. *aposeh*

 

Ghaitsa Zahira (kiri) yang cantik dan anggun. Subhanallah!

Singkat cerita setelah saya melanjutkan hidup, saya nikah dan hamil. Pertengahan hamil udah nyari nama-nama gitu buat calon bayi. Untuk nama cowok sih udah dapet tinggal nyari nama yang cewek. Terlintaslah nama Ghaitsa tapi saya masih yang cuek gitu. Kebetulan nama untuk cowoknya pun juga G. Pertimbangan saya dan MK kasih nama awalan G biar nanti pas sekolah absennya enak. Nggak depan sendiri juga nggak belakang sendiri. *gak penting banget* Terus saya dan MK juga udah niat kalau nama anak kami nanti harus ada nama tokoh ilmuwan muslim. Macem Avicenna a.k.a Ibnu Sina gitu.

Suatu hari, iseng saya ajukan nama 'Ghaitsa' ini ke MK beserta artinya. Doi setuju. Saya suruh dia buat nyari nama panjangnya cuma iya-iya mulu. Sebellah saya, saya nyari-nyari sendiri gitu. Setelah melalui perjalanan panjang dan banyak yang tereliminasi, saya mantep aja gitu sama nama 'Shanum' yang artinya 'diberkahi Allah'. Terus kan rencana saya pengennya nanti anak-anak saya nama panjangnya ada tambahan 'AL' buat cowok dan 'EL' buat cewek. Nah nama 'Shanum' tadi saya kasih tambahan 'El' jadi 'Elshanum'. Pas iseng gugling ternyata artinya 'wanita cantik yang diberkahi Allah' saya makin mantep. Terus saya ajuin ke MK dan doi masih yang iya-iya aja. Zzzzz. Gara-gara MK yang kayak gitu kita sempet berantem deh. Saya bilang ke dia kalau dia emang nggak niat punya anak. Dan saya nangis. Huahahaha.

Akhirnya perbincangan tentang nama bayi menguap begitu saja. Dan saya melanjutkan hidup dengan kehamilan saya. Hampir di akhir kehamilan, pas saya di Solo, MK di Jogja, tiba-tiba siang-siang gitu nggak ada angin nggak ada hujan doi BBM. 'Ghaitsa Rhazes Elshanum'. Saya sempet bingung. Terus MK bilang itu nama kalau anaknya cewek. Nah saya tanya siapa sih si 'Rhazes' ini. Terus doi jawab kalau Rhazes itu adalah seorang kimiawan muslim. Nama aslinya Abu Bakar Muhammad bin Zakaria Al Razi. Panggilan kerennya sih Rhazes. Ini nih biografinya di sini. Jadi kan MK itu anak Kimia. Doi pengen anaknya nanti cinta Kimia juga. Padahal jaman SMA saya itu musuhan sama Kimia. Huft. Terus iseng saya utak-atik sendiri enaknya gimana. 'Ghaitsa Elshanum Arrazi', 'Ghaitsa Shanum Elrhazes', 'Ghaitsa Arrazi Elshanum'. Tapi MK nggak setuju dan keukeh pakai yang pertama doi dapet. -______-

Saya tanya kenapa kok tiba-tiba dapet itu nama kata MK saat dia lagi kerja gitu teringat musti namain calon anaknya. Doi sempet nyuekin tetapi bisikan *halah* untuk segera nyari nama semakin kuat. Akhirnya setelah nyari-nyari dapet deh nama 'Ghaitsa Rhazes Elshanum'. Oke disimpen. Saya masih yang penasaran mau ngutak-atik itu nama. Tapi MK curang. Pas setelah saya lahiran kan MK ngisi data bayi terus ada kolom nama bayi, MK dengan mantep nulis nama yang dipilihnya. Terus kertasnya dikasih gitu ke saya dan saya yang melongo. Ya udahlah. Orang tua saya dan orang tua MK menyerahkan sepenuhnya tentang pemberian nama ini ke kita. Jadi Getsa itu bener-bener saya dan MK yang kasih nama. Karena banyak yang kesulitan manggil nama Ghaitsa, saya dan MK sepakat ngasih nama panggilan 'Getsa' plesetan dari 'Ghaitsa'


Jadi arti nama 'Ghaitsa Rhazes Elshanum' adalah :
Ghaitsa : hujan yang banyak. Hujan kan merupakan rejeki yang datangnya dari Allah. Dimaksudkan Getsa nanti juga rejekinya mengalir deras seperti hujan.
Rhazes : tokoh ilmuwan kimia muslim. MK berharap Getsa nanti juga menjadi pecinta Kimia seperti Appa-nya.
Elshanum : wanita cantik yang diberkahi Allah. Semoga Getsa selalu menjadi wanita yang cantik fisiknya maupun hatinya dan selalu dalam keberkahan Allah.

Aamiin.

Menyusui Harus Keras Kepala dan Semangat Baja!


Judulnya lebay yak? Ahaha. Tapi memang itu yang saya rasakan selama menyusi Getsa hampir 5 bulan terakhir ini. Saya bener-bener keras kepala dan bersemangat baja. Tekad saya kuat ngasih ASIX ke Getsa selama 6 bulan. Pengennya sih tetep ngASI selama 2 tahun. Aamiin. Nggak seperti ibu-ibu kebanyakan yang ASInya ngucur deras dan ampe muncrat-muncrat, saya malah tipe yang nggak keluar ASInya kalo nggak dikenyot bayi. Kalau mau dipumping misal besoknya mau saya tinggal kondangan atau ke mana, malemnya cuma payudara sebelah yang saya kasih. Payudara sebelahnya minimal 5 jam nggak dikasihin. Biar penuh dan bisa dipumping.
Dulu awal lahiran, ASI saya nggak keluar sama sekali. Getsa terpaksa di  sufor pas masih di klinik bersalin. Di rumah, saya coba pumping buat mancing. Saya paksa Getsa juga biar mau ngenyot. Pernah saya pumping, keluar tapi dikiiittt banget. Warnanya kuning. Mungkin kolostrumnya. Terus selama 2 minggu Getsa saya selang-seling kasih sufor ma ASI. Saya masih nggak yakin ASI saya cukup. 2 minggu setelahnya, saya coba kasih ASI aja.

Di umur 1 bulan, berat badan Getsa naik 700gr. Di bulan berikutnya saya kasih ASI aja tanpa sufor sama sekali. Pengen buktiin ASI saya cukup apa nggak. Tapi saya konsumsi madu busui, susu kedelai dan fenugreek. Hampir tiap hari juga makannya sayuran, ngemilnya marning sama keripik daun adas. Kadang nyayur daun katuk. Remfong pokoknya. Tapi memang saya keras kepala mau ngASIX ke Getsa. Di usia 2 bulan, Getsa berhasil naik 1kg.

Nggak nyangka aja ternyata ASI saya cukup banget. Padahal nggak pernah ampe muncrat, saya pencet puting pun dikit banget yang keluar, nggak pernah ngrasa payudara saya penuh. Pokoknya payudara saya tu kayak nggak ada ASInya. Sempet bikin stres banget. Tapi MK dukung banget jadi saya semangat. Di bulan-bulan selanjutnya kenaikan berat badan Getsa naik sesuai grafik. Saya pun mikir kalo sebenarnya ASI saya itu emang cukup tapi nggak yang ampe muncrat-muncrat. Padahal yaa dulu pas hamil saya ngebayangin kalo kulkas saya bakal penuh sama ASIP. Saya pun juga udah punya tas yang buat nyimpen ASIP tapi nggak pernah dipakai sampai sekarang. Zzzz.

Rencananya sih Getsa bakal saya kasih ASI terus. Kalo mau disufor lepas 2 tahun aja. MK sih setuju. Ya iyalah ngirit ini. Tapi seenggaknya kan duit buat sufor bisa dialokasikan buat Emaknya Getsa. Buahaha.

Oh iya saya mau bagi-bagi tips nih buat ibu-ibu yang tipekal produksi ASInya kayak saya yang nggak bisa muncrat-muncrat.

1. Yakinkan diri kalo ASI kita cukup.
2. Makan teratur, minimal 3x sehari.
3. Usahakan makan buah dan sayur.
4. Hindari stres. Karena kan stres katanya malah bikin ASI seret. Tiap nyusuin bayangin aja yang seneng-seneng gitu pokoknya. Meski lagi tengkar sama suami. Buihihik.
5. Minum air putih yang banyak.
6. Sering-sering ngemil apalagi kalo malem. Ngemilnya marning ato kripik daun adas yang manjur buat pelancar ASI.
7. Minum sari kacang hijau ato susu kedelai.
8. Bisa juga nyoba suplemen semacam fenugreek. Yang merk hulbah dulu saya beli harganya 44rb buat 2 mingguan.
9. Kalau memungkinkan, rajin-rajin pumping. Apalagi buat ibu pekerja.

Kalau uda nglakuin tips-tips di atas Insya Allah meski nggak sampe muncrat, ASInya cukup. Ciri-ciri bayi cukup ASI yang paling gampang sebagai patokan ya dilihat dari kenaikan berat badannya. Kalau emang awalnya pake sufor, jangan langsung lepas sufor, pelan-pelan aja diselang-seling dulu. Getsa dulu lahir beratnya 2,9kg sekarang hampir 5 bulan udah 6,7kg. Alhamdulillah sesuai grafik. Ayo ibu-ibu yang semangat dan keras kepala ngASI yaa.

Oh iya barusan temen MK curhat katanya beliau nggak bisa kasih ASI karena kerja. Nah saya kasih sedikit saran nih ya kalau untuk ibu pekerja diusahakan sebulan atau maksimal seminggu sebelum kerja rajin-rajin pumping buat nyetok. Pas baby tidur tuh usahain pumping. Terus kalau udah masuk kerja, di tempat kerja pun juga diusahakan pumping tiap 2 jam sekali buat stok hari-hari selanjutnya. Udah sih itu aja. Yang penting rajin pumping.

Kamis, 05 Mei 2016

Perjalanan Kehamilan Pertama

Kali ini saya kepengen bikin blogpost yang menceritakan perjalanan kehamilan saya. Mungkin akan sedikit membosankan karena post ini akan panjang. Tapi saya pengen suatu saat ketika Getsa sudah besar, ia membaca post ini dan tahu bagaimana perjalanan Mamanya mengandungnya.

Saya menikah tanggal 14 Februari 2015. Saya sempat mengalami telat menstruasi, saya kira saat itu saya udah hamil. Udah beli banyak testpack dari berbagai macem merk. Tapi saya gak cerita ke MK karena saya malu kalo nanti hasilnya negatif. Hehe. Terus akhirnya saya mens, sempet agak kecewa juga. Tapi yaudahlah. Kekecewaan saya saat itu saya alihkan dengan saya mencari-cari kerja. Lamar sana sini tapi gak ada yang nyantol. *nangis di pojokan*

Bulan April pertengahan, saya dan MK pulang ke Pacitan kampung halaman dese. Pake mobil berangkatnya tapi pulang naek travel ke Jogja. Di perjalanan malah doi yang mabok. Nyampe rumah muntah-muntah gaje gitu. Terus kan saya juga ngrasa gak enak badan saya pikir saya mau kena demam berdarah gara-gara dulu rumah kontrakan saya banyak banget nyamuknya. Karena emang saya pemalas yang jarang bersih-bersih rumah. Huahah. *plak* *dikeplak mertua* Terus hampir tiap hari minum jus jambu tapi badan makin gak karuan. Minum vitamin C sama ant*ng*in juga malah. Minggu depannya gantian mudik ke Solo karena saya mau hias seserahan sepupu yang mau nikah.

Pas di Solo saya iseng beli testpack gitu. Sebelum berangkat ke rumah sepupu, saya coba test. Hasilnya negatif. Di kamar mandi sempet sediiihhh. Trus iseng saya pelototin lagi. Dua garis tapi yang satu samaaaarrr banget. Terus jadi deg-degan, masih diem dan gak cerita. Karena gak sabar, akhirnya saya cerita ke MK. Dese senyum-senyum sok imut gitchuu tapi saya masih belum yakin. Pas di rumah sepupu kan ada kucing, saya takut sama kucing nah kucingnya malah ngejar saya, saya lompat. Terus sorenya saya dan MK cari perintilan hias seserahan sepupu, nah hujan-hujan saya lari-lari gitu.

Nyampe rumah ada darah di celdam saya. Saya takut dan kecewa bangeeetttt. Saya pikir saya mens karena saya pernah baca kalo testpack 2 garis samar kemungkinan juga ada dua emang hamil atau mau mens. Saya juga mikir lagi apa jangan-jangan saya hamil tapi keguguran gara-gara lompat dan lari-larian. Saya mau nangis tapi ga berani cerita ke MK. Saya buat tiduran karena capek. Besoknya malah cuma flek-flek gitu. Saya jadi makin was-was. Terus cerita ke Ibu kemungkinan saya emang hamidun. Ceklah ke obsgyn deket rumah. Belum ada janinnya katanya tapi emang ada pembesaran rahim disuruh nunggu 2 minggu.

Singkat cerita belum ada 2 minggu Ibu maksa periksa lagi. Saya dianterin periksa di deket rumah sedangkan MK di Jogja. Waktu itu ngrasa takut kalo emang gak hamidun. Pas di USG beneran adaaaa kacangnyaaaaa. Saya hamil! Diperdengerin juga detak jantungnya. Saya mau nangis rasanya. Obsgyn pertama saya waktu itu namanya dr. Bowo. Gak tau deh nama panjang beliau sapa. Hakhak.

si kacang


Perjalanan hamil dimulai. Awalnya sih makan apapun masih bisa, susu bumil doyan banget. Lama-lama mual eneg luar biasa. Gak pagi, gak siang, gak malam. Tiap makan nangis. Tiap liat acara masak, mual. Gak mau banget lewat rumah makan padang. Di ajak jalan-jalan bau makanan enegnya ampun-ampunan. Rasanya pengen nyerah. Blas gak pernah gak mual meski cuma 5 menit. Bawaanya marah, nangis, sensitip. MK kena semprot mulu. Gak pernah masak lagi. Jangankan masak, beli makanan aja pengen muntah. Tiap MK mau berangkat kerja dibeliin makan dulu sama dese. Tapi ya itu gak pernah habis dimakan. 2 sendok trus udah. Itupun dimuntahin lagi.

Makin emosi gara-gara MK maksa makan mulu. Katanya harus dipaksainlah, kasihan jabang bayilah. Pengen nyakar doi rasanya. Situ sih gak ngerasain enak ngomong gitu. Dan bisa ditebak terjadi perang di hari-hari berikutnya. Pokoknya MK salaaahhh mulu di mata saya. *brb,sungkem sama suami* Hakhak. Akhirnya saya akalin minum jus. Tiap hari habis 2 gelas. Entah jambu, mangga, alpukat atau pisang campur strawberry. Pokoknya yang penting keisi.

Ada tragedi di usia kehamilan 11 minggu. Bangun tidur pagi saya pingsan. MK yang mau berangkat kerja sempet bingung akhirnya dibawalah saya ke RSB Rachmi Jogja. Ketemu sama dokter Alfaina. Diceki-ceki ternyata tensi saya rendah banget. Dikasik vitamin folamil genio sama disuruh minum susu. Hasil USG si jabang bayi kacang uda bertumbuh loh.

tragedi pingsan
Katanya mual-mual itu cuma ampe trisemester pertama, trisemester kedua bakal lebih enak. Nyatanya kehamilan saya tetep gitu mualnya. Tapi memang gak separah trisemeter pertama sih. Saya aja bisa nyambi kerja ngajar ekskul desain grafis di sekolah MK. Nah ada tragedi lagi pas usia kandungan 22 minggu. Saat saya dan MK mau berangkat ngajar ekskul naek motor, pas di Jalan Kusuma Negara kan ada demo gitu trus kita belok ke kanan, tiba-tiba dari arah depan ada yang nabrak, pas banget kena saya. Nubruk perut. Waktu kejadian MK sempet teriak kalo saya hamil. Saya ambruk di motor, MK terlempar agak jauh. MK langsung nglempar tas yang berisi laptop demi nolong saya. *peluk suami* Saya nangis dan lemes. Langsung deh dibawa ke RSB Rachmi.

Sampai RSB Rachmi saya dibawa ke ruang bersalin. Waktu itu ada ibu yang mau lairan. Sebelahan sama saya teriak-teriak. Mungkin MK denger di luar dipikirnya saya yang teriak-teriak, doi nyelonong masuk gitu aja ke kamar bersalin, sama perawatnya dikasik tau kalo itu bukan saya. Saya geli sendiri antara nyeri juga pengen ketawa. Di kamar bersalin dicek apa ada pendarahan, ternyata gak ada. Di USG jantung, detak jantung bayi sempet gak ada. Lamaaa banget gitu. Saya sampe nangis. Terus disuruh istirahat di kamar sebelah nunggu dokter.

Nah pas nunggu dokter itu MK cerita kalo yang nabrak komandan intel. Tapi beliau bertanggung jawab banget. Beliau emang buru-buru mau ngamanin demo malah nabrak saya terus nungguin saya gitu. Demonya ditinggal. Anak buah beliau dateng gitu lengkap pake seragam ples sepatu boot. Saya geli juga sih secara rumah bersalin malah bapak-bapak sangar yang dateng. Udah gitu gak cuman satu orang tapi beberapa orang. Hihi.

Akhirnya obsgynya dateng, tapi waktu itu yang praktek dokter Mita. Di USG lagi, agak lama gitu detak jantung bayi ada lagi. Subhanallah. Di cek plasenta de el el lengkap dan aman semua. Plasenta juga masih nempel. Saya lega bangeeeetttttt. Terus ternyata perut saya memar loh. Tapi bagian agak atas. Ndilalah si jabang bayi gedhenya belum sampe situ jadi gak kena. Terus kaki saya memar-memar sakit banget. Yaa Allah, kalo inget kejadian itu rasanya bersyukur bangeeetttttt. Kena perut tapi perut atas, kaki pun memar, tapi si bayi baik-baik saja. Terus pas mau bayar, anak buah Bapak yang nabrak tadi bilang kalau yang nanggung si Bapak. Habisnya juga gak banyak sih. Cuma 300ribu uda sama vitamin. Nah pulangnya dipanggilin taksi, dibayarin pulak, masih ada kembaliannya. Bapaknya baikkkk banget. Oh iya yang nganter ke rumah sakit waktu itu Bapak dan Ibu yang punya mobil pas lewat langsung nyuruh saya dinaekin ke mobil beliau karena tau saya hamil.

tragedi nubruk

Kehamilan saya pun berjalan baik-baik saja. Kemudian pas usia kehamilan 28 minggu, waktu itu saya bersih-bersih rumah karena mau mudik ke Pacitan soalnya mau lebaran idul adha. Nyapu, ngepel bahkan ngosek kamar mandi. Pas mau tidur perut saya nyeri luar biasa sampai gak bisa tidur. Besoknya di periksain tapi antriannya buanyaaaakkkk banget. Kita berangkat habis maghrib. Waktu itu yang praktek dokter Irwan. Baru dapet giliran jam 1 malem. Bayangkan jam 1 malem!!! Gara-garanya selain banyak antrian juga 3 kali ada yang lahiran dan dokter Irwan nyelain yang lahiran dulu dongs. Pas di cek ternyata gak apa-apa. Cuma kecapekan aja.

Pas usia kehamilan 31 minggu, saya USG 3dimensi soalnya waktu itu lagi ada diskon di RSB Rachmi tapi pas yang praktek dokter Arif. Zzzzzzz ganti-ganti dokter mulukkk yak. Hahaha. Dari USG 4 bulan emang katanya cewek sih tapi dokternya kurang yakin soalnya si bayi ngumpet mulu. Nah pas USG 3 dimensi ini udah jelas banget kalo cewek. Dan MK seneng banget. Yaiyalah, dari jaman sebelom pacaran aja doi waktu PDKT sama saya pernah bilang pengen banget punya anak cewek kok. Heppi banget dese.

USG 3D

Usia kehamilan 8 bulan ke tas pokoknya saya sempet 2 kali kepleset di kamar mandi tapi gak apa-apa sih cuma emang saya langsung istirahat setelah kepleset itu. Di trisemester akhir keluhannya beda lagi. Mau tidur aja syusyeh banget. Punggung sakit, ga kuat duduk lama. Tidur miring capek, tidur telentang syesyeg. Tapi hobiiii banget nyuci baju. Huakakak. Pas usia 8 bulan ini nyicil-nyicil perlengkapan bayi. Banyak warna pinknya karena suami yakin banget anaknya cewek.

Rencana saya kan melahirkan di Solo, pokoknya banyangan saya, saya gak mau nglairin di rumah sakit umum. Takut pas lairan pas ada korban laka lantas terus ketemuan gitu. Wahaha. Akhirnya mantep lairan di klinik bersalin Mommy and Me dengan obsgyn senior dokter Daniel Kartipin. Yap ganti obsgyn lagi. Saya itung dari awal hamil ampe lairan gonta-ganti ampe 6 obsgyn. Zzzzz.

Sebelumnya saya sempet ikut senam juga di RSB Rachmi trus karena uda stay di Solo senam hamilnya pindah di Mommy and Me. Oh iya jangan remehin senam hamil loh karena menurut saya emang senam hamil ini penting banget karena diajarin gimana pernapasan pas lairan, gimana mengejan yang bener, gimana posisi mengejan biar episnya ga terlalu lebar. Kalau emang ga sempet ikut senam, cari aja tutorial senam hamil di yutub. Lengkap.

Udah segitu dulu. Proses lairannya di blogpost selanjutnya. Jadi gitu deh cerita kehamilan saya yang penuh tragedi ini. Haha.

Senin, 02 Mei 2016

Secuil Pengalaman Mengalami Baby Blues Syndrome



Pernah dengar Baby Blues Syndrome? Pernah tapi gatau apa artinya? Atau malah belum pernah sama sekali? Oke mungkin di sini saya gak akan menjembrengkan secara detail tentang Baby Blues Syndrome, saya akan menjelaskan secara singkat, selebihnya saya akan menceritakan pengalaman saya ketika mengalaminya dan bagaimana cara saya menghadapi.

Baby Blues Syndrome adalah suatu kondisi di mana muncul perasaan gundah gulana atau adanya perasaan sedih yang dialami oleh seorang ibu paska melahirkan. Kondisi ini berlangsung hingga 2 minggu paska melahirkan, apabila lebih kemungkinan sampai ke tahap Post Partum Depression. Lebih lengkapnya baca di sini, sini dan sini.


http://informasikesehatanibu.blogspot.co.id/

http://lilsunwarrior.blogspot.co.id/2015/02/baby-blues-syndrome-part-2.html

Apa saya mengalaminya? Ya, saya mengalaminya. Sebelum melahirkan sebenarnya saya sudah membaca tentang sindrom ini tapi saya terlalu pede, saya gak bakal kena. Nyatanya, saya mengalaminya dan lumayan parah. Meski itu saya pendam sendiri.

Setelah melahirkan, saya sempat tidak bersemangat mengurus bayi. Bahkan saya enggan untuk menyusuinya. Ya, di awal lahir, bayi saya disusui pakai susu formula karena selain ASI saya saat itu belum keluar, saya juga merasa enggan untuk mencoba menyusui bayi saya. Hampir seminggu bayi saya disufor. Pelan-pelan ASI saya keluar, pelan-pelan juga saya mencoba menyusui meski masih saya selang-seling dengan sufor.

Beberapa hari setelahnya, saya jadi gampang nangis tanpa sebab. Saya merasa semua keluarga saya bahkan suami terlalu sibuk dengan si bayi dan saya merasa dicampakkan. Ketika saya menangis suami malah jadi terpancing emosi, bahkan tak jarang kami bertengkar. Perasaan gelisah saya makin parah. Apalagi ketika malam. Bayi saya selalu rewel di malam hari karena kolik, sedangkan paginya saya harus bangun lebih awal. Saya pikir perasaan gelisah, cemas dan gampang menangis ini akan segera hilang tapi saya salah.

Saya mulai merasakan aneh dengan diri saya. Setiap saya membawa benda tajam di dekat bayi rasanya ingin saya tusukkan ke anak saya. Atau bahkan saat saya membawa bantal, seperti ada bisikan untuk membekap anak saya dengan bantal. Saya diam. Tidak cerita ke siapapun karena saya takut disalahkan. Kondisi ini diperparah dengan tekanan dari semua orang yang lebih banyak memperhatikan si bayi. Saya dituntut untuk jadi ibu sempurna.

Pernah saking takutnya membawa benda tajam, saya tidak berani memotong kuku anak saya sampai usia 1 bulan lebih. Ketika keramas, saya takut memejamkan mata. Ketika malam hari anak saya sudah tidur, saya malah tidak bisa tidur. Saya pun sering mimpi aneh. Saya juga makin sering menangis menyendiri, suami saya semakin emosi. Akhirnya saya dan suami sempat renggang. Saking tidak tahan dan tidak tahu harus minta tolong sama siapa, saya memberanikan diri mencari artikel tentang Baby Blues Syndrome dan memohon ke suami untuk membacanya. Awalnya dia tidak peduli. Lama kelamaan ada perasaan takut juga dari suami. Pelan-pelan suami pun mulai peduli. Saat bayi kami tertidur, suami berusaha memberi pehatian lebih ke saya. Saat saya menangis tanpa sebab, suami saya cuma diam sambil membelai saya. Nyaman. Tenang. Damai.

Perlahan, Post Partum Depression yang saya alami berkurang. Meski sampai detik ini, terkadang ada keinginan untuk melukai bayi saya ketika saya terlalu lelah dan stres, saya bisa mengatasinya. Suami sayalah yang membuat saya mampu menghadapinya. Hanya dengan perhatiannya. Itu cukup.

Saran saya untuk ibu yang sedang hamil, sebaiknya mempersiapkan adanya kemungkinan Anda terkena  syndrome ini dari sekarang. Edukasi ke suami, atau kalau bisa juga ke keluarga, ke orang tua, ke mertua agar nanti ketika kalian mengalaminya, orang-orang terdekat kalian segera tanggap dan cepat mengatasinya.
Baby Blues Syndrome ini tidak main-main. Ketika syndrome ini naik tingkat ke Post Partum Depression bisa saya katakan nyawa anda atau anak anda yang akan jadi taruhan. Ya memang separah itu. Saya tidak lebay karena saya mengalaminya sendiri. Jika anda memang merasa mengalaminya segera bicarakan dengan suami dan beri tahu suami apa yang anda inginkan agar anda merasa nyaman. Meski mengalami masa nifas, tetap dekatkan diri anda pada Allah, berdoalah semoga anda segera 'disembuhkan'. Saat ada waktu luang, istirahatlah yang cukup. Ketika bayi anda tidur, berusahalah untuk tidur juga agar stamina anda tetap terjaga.

Untuk suami yang mungkin istrinya sedang hamil atau baru melahirkan, bantulah istri anda. Segera tanggap dan atasi kalau istri anda dicurigai terkena syndrome ini. Apa yang bisa kalian lakukan? Tetap berikan perhatian lebih ke istri anda setelah melahirkan, jangan hanya fokus ke bayi. Bantu istri anda mengurus bayi. Kalau bisa bantu juga minimal mencuci baju anak anda. Ringankan barang sedikit saja beban istri anda.

Untuk kalian yang mungkin kakaknya, adiknya, saudaranya yang sedang hamil atau baru saja melahirkan. Jangan tekan si ibu dengan tuntutan macam-macam. Beri kenyamanan. Jangan beri teori-teori tentang mengurus anak. Bantu mereka. Ajak bicara agar si ibu merasa nyaman dan diperhatikan lagi. Itu sudah cukup.

Post Partum Depression yang saya alami ini saya rasa masih cukup ringan. Banyak ibu-ibu di luar sana yang lebih parah. Ada beberapa pengalaman dari ibu yang lain juga. Baca di sini, sini dan sini.
Pernah baca berita tentang seorang ibu yang tega membunuh bayinya yang baru dilahirkan? Atau ibu yang tega menyiksa bayinya? Belum lama ini saya membaca berita tentang ibu yang tega menghajar bayinya cuma karena bayinya menggigit putingnya saat menyusui. Saya jadi mikir, mungkin ibu-ibu yang kita anggap tega itu mengalami Post Partum Depression tapi tidak ada orang terdekatnya yang tanggap dan peduli.